Bayangin situasinya. Di depan ada laut, di belakang ada pasukan. Lalu datang pertolongan Allah. Kisah dalam Al-Qur’an mengajak kita memperhatikan bagaimana pertolongan Allah datang, bahkan saat keadaan terasa berat.
Ketika Bani Israil dan Nabi Musa dikejar Fir’aun beserta pasukannya, jalan di hadapan mereka tertutup oleh laut. Al-Qur’an merekam peristiwa besar yang mengubah keadaan itu.
Dan ternyata, inilah yang disebut dalam Al-Qur’an...
Allah mewahyukan kepada Musa untuk memukul laut dengan tongkatnya. Laut pun terbelah, dan setiap bagiannya menjadi seperti gunung yang besar.
QS. Asy-Syu’ara: 63 (parafrasa makna)Perhatikan: ayat itu tidak hanya menceritakan bahwa laut terbelah. Ada perintah, ketaatan Nabi Musa, dan pertolongan Allah yang terjadi pada saat yang ditentukan-Nya.
Kami tidak memasukkan dialog atau rincian kejadian yang tidak jelas landasannya hanya untuk membuat cerita lebih dramatis.
Hikmah yang bisa dibawa pulang
Rasa takut dan sulit bukan tanda kita ditinggalkan. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha, berdoa, dan tetap mengingat Allah.
Daftar sumber
- QS. Asy-Syu’ara: 63
- QS. Al-Baqarah: 50
- Catatan: cek kembali tafsir rujukan sebelum menerbitkan artikel final.